Minggu, 31 Mei 2009

Ambigu Kata Kameraman (menjadi kameramen part1)

Kamu ingin menjadi seorang kameramen???
Menurutmu seorang kameramen harus laki-laki, wanita boleh gak???

2 hal tersebut yang ingin saya tanyakan kepada anda tidak perlu dijawab secara tulisan cukup dalam hati saja.

Istilah Kameraman berasal dari 2 kata, kamera & man, kamera mungkin arti kata itu sudah jelas adalah merupakn alat perekam dalam bentuk visual gambar & suara sedangkan kata Man berarti laki-laki. Apabila kalo kita artikan Laki-laki yang mengoperasikan kamera, berarti seorang wanita itu tidak boleh mengoperasikan kamera bener ndak statement ini ????

Jumat, 29 Mei 2009

Pelatihan Gratis

SMK DARUNAJAH Banjarmangu Banjarnegara akan mengadakan "Pelatihan Gratis" bagi siswa kelas 3 SMP diseluruh Kabupaten Banjarnegara.
Pelatihan ini akan membahas tentang :

1. Teknik Penggunaan Kamera Video

2. Teknik / Proses Pentransferan Video

3. Teknik Editing Video

Pelatihan akan diselenggarakan di kampus SMK DARUNNAJAH Banjarmangu, Banjarnegara

pada Hari : Jum'at

Tanggal : 05-06 Juni 2009

Jam : 13.00 s/d selesai

Peserta akan mendapatkan kit materi (modul pembelajaran)

Untuk informasi pendaftaran : hub. SMK DARUNNAJAH (pada jam kerja) atau hub

Hp. 081469701518 (aries) atau 081327776266 (fery T)


Buruan daftar (khusus siswa kelas 3 SMP)

Untuk pendaftaran terakhir tanggal 03-Juni-2009

Selasa, 26 Mei 2009

Syarat-Syarat Kalo Pengen Jadi Wartawan

1. Suka Tantangan
Menjadi seorang wartawan itu harus menyukai tantangan,rasa ingintahu pad diri seorang wartawan itu harus benar-benar ada karena karena harus memenuhi rasa ingin tahu dari pembaca, oh....ya nggak perduli cuaca tu apapun.

2. Berani Menghadapi Resiko
Jadi seorang wartawan itu resikonya banyak,mungkin akan dicaci maki, diusir, atau apapun lah yang penting harus siap menghadpi segala resikonya.

3. Punya Daya Tahan Tinggi
Seorang wartawan itu harus memiliki daya tahan dan stamina yang prima,karena dimana ada berita maka seorang wartawan itu dituntut harus ada entah itu malam, atau pagi , makanya stamina harus perlu olahraga itu wajib lho untuk seorang wartawan.

4. Punya Kemampuan Menggali SumberInformasi
Jadi wartawan itu gak boleh cepet puas, menggali informasi ke narasumber dan sebagainya yang terkait dengan berita itu agar hasil berita itu dapt diserap oleh masyarakat lebih maksimal.

5. Punya Sensivitas Tinggi
Seorang wartawan itu harus memiliki sense of humanity, peka terhadap lingkungan sekitar sehingga segal bentuk hal yang terjadi di masyarakat mampu untuk diserap oleh seorang wartawan tersebut.

6. Punya Minat Menulis Berita
Nah, kalo yang ini hukumnya sangat wajib nih, kalo mau jadi wartawan ya harus pintar nulis makanya pengetahuan tentang jurnalistik itu perlu karena apa? segala sesuatu hal yang kita lihat tapi tidak kita tuliskan rasanya masih kurang ya kan!!!

Nah itu syarat jadi wartawan.....moga-moga banyak yang berminat jadi wartawan ya....

Senin, 25 Mei 2009

7 (Tujuh) Kode Etik Wartawan Indonesia

Tujuh Butir Kode Etik Wartawan Indonesia :

1. Wartawan Indonesia menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar
Hal ini dimaksudkan dalam menyiarkan berita harus benar dan jelas sumbernya, tidak menutupi fakta dan pendapat penting yang menarik dan perlu diketahui masyarakat.

2. Wartawan Indonesia menempuh tata cara yang etis untuk memperoleh dan menyiarkan informasi serta memberikan identitas kepada sumber informasi
Hal ini memiliki maksud untuk memperoleh informasi dari sumber berita/nara sumber,termasuk memotret dan dokumen, setip wartawan harus melakukan dengan cara-cara yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan mengikuti kaidah-kaidah kewartawanan.

3. Wartawan Indonesia menghormati azas praduga tak bersalah, nggak mencampuradukkan fkta dan opini, berimbang, dan selalu meneliti kebenaran informasi serta nggak melakukan plagiat
Hal ini dimaksudkan dalam melaporkan dan menyiarkan informasi, wartawan nggak boleh menghakimi atau membuat kesimpulan tentang kesalahan seseorang.

4. Wartawan Indonesia nggak menyiarkan informasi yang bersifat dusta, fitnah, sadis, cabul serta nggak menyebutkan identitas korban kejahatan susila.
Hal ini maksudnya informasi yng disiarkan wartawan gak boleh bohong, harus jelas sumbernya dan kebenarannya,nggak boleh menampilkan kesadisan, berita cabul, dan harus menyembunyikan identitas korban asusila, serta harus melindungi kehormatan korban.

5. Wartawan Indonesia nggak menerima suap dan nggak menyalahgunakan profesi
Wartawan dalam menyampaikan informasi atau berita gak boleh menerima uang,apalagi menerima suap agar tidak menyiarkn sebuah berita yang sebenarnya penting diketahui oleh masyarakat.

6. Wartawan indonesia memiliki hak tolak, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record sesuai kesepakatan
Hal ini maksudnya wartawan boleh tidak melakukan penulisan terhadap suatu berita pabila narasumbernya keberatan pendapat atau berita tentag dirinya dimuat.

7. Wartawan Indonesia segera mencabut dan meralat kekeliruan dalam pemberitaan serta melayani hak jawab
Hal ini maksudnya apabila seorang wartawan membuat kesalahan dalam menulis suatu berita, maka dia harus meralat tulisan/berita tersebut dihalaman yang sama, lalu pihak yang merasa dirugikan juga harus diberikan kesempatan untuk melakukan klarifikasi.

Itulah 7 (tujuh) butir kode etik yang dijadikan sebagai acuan dalam menjalani profesi sebagai seorang wartawan, dan sekarang pertanyaan dri semua ini "Apakah Wartawan Kita Saat Ini Sudah Memegang Teguh Kode Etik Kewartawanan Tersebut ....?" apabila hal itu sudah dilakukan maka dunia jurnalisme di Indonesia akan semakin maju seiring dengan era globalime saat ini.

Penerimaan Siswa dan Santri Baru SMK DARUNNAJAH

http://smk-darunnajah.blogspot.com/

Biaya Pendaftaran SMK DARUNNJAH


Form Formulir Pendaftaran

Denah Lokasi SMK DARUNNAJAH

Peletakan Batu Pertama SMK DARUNAJAH


Tanggal 25 Mei 2009 merupakan hari yang bersejarah bagi yayasan Darunnajah Banjarmangu Banjarnegara, dimana telah diadakan prosesi peletakan batu pertama pada lahan tanah yang akan dibangun kampus 2 untuk SMK Darunnajah, pada lahan ini nantinya akan dibangun 6 lokal bangunan yang akan digunakan sebagai ruang kelas.

Pada prosesi peletakan batu pertama tersebut dihadiri oleh Bp. Syamsudin Setda Kab. Banjarnegara, Kep. Dindikpora Kab.Banjarnegara, Kep. Kec. Banjarmangu, Kepala Desa, serta Tokoh-Tokoh Masyarakat di wilayah Kec. Banjarmangu Banjarnegara

Jumat, 22 Mei 2009

MEMPRODUKSI FILM (PART 2)

Dalam pembuatan film kita harus mengenal unsuk-unsur pembangunnya yang meliputi :
1. Sutradara
2. Penulis Skenario
3. Pemain
4. Penata Fotografi
5. Penata Artistik
6. Penata Suara
7. Penata Musik
8. Penyunting

Sutradara :
Merupakan orang yang bertanggungjawab dalam sukses tidaknya film, dimana seorang sutradara harus memiliki tanggung jawab aspek kreatif,interpretatif an aspek teknis.

PENULIS SKENARIO :
Skenario film sering disebut sebagai screenplay atau scrit,penulisan skrip bisa berasal dari ide orisinil dari seorang penulis atau ide orang lain.
Skenario yang baik bukan hanya enak dibaca akan tetapi juga dilihat dari segi efektivasnya untuk memproduksi film, skenario berisi cerita dramatik (dramatic story)untuk itu script harus disajikan lengkap dalam deskripsi-deskripsi visual yang mengandung irama adegan dan dialog yang selaras sehingga mampu secara total untuk diinterpretasikan oleh seorang sutradara.

PEMERAN :
Pemeran atau aktor merupakan unsurfilm yang melakukan tugasnya dengan bahasa tubuhnya sendiri, maksudnya dalam menjalankan aktivitas pada saat shooting diarahkan sesuai dengan tuntutan sutradra melalui script .

PENATA FOTOGRAFI :
peneta fotografi adalah merupakan salah satu orang terdekat sutradara, yang memiliki tugas mengatur jenis shot-shot kamera bersama dengan sutradara, berbagai bentuk tugas dari penata fotografi :
1. Menetukan jenis-jenis lensa dan filter yang digunakan
2. Mengatur teknis bekerjanya kamera
3. Menentukan pencahayaan yang tepat
4. Penata fotografi juga memeriksa hasil shooting dan proses laboratorium

PENATA ARTISTIK :
Merupakan orang yang bertugas menyusun semua keperluan yang melatarbelakangi cerita film,dan semua pemikiran yang berkaiatan dengan setting dan hal ini merupakan tugas dari penata artistik dimana dia dituntut oleh sutradara untuk mampu menerjemahkan konsep visual dari sang sutradara.

PENATA MUSIK :
Unsur yang juga tidak kalah penting dalam pembuatan film adalah musik, dan sudah menjadi tugas dari penata musik untuk menentukan shot-shot yang dirangkai dan diberi irama musik akan terkait menjadi satu kesatun yang padu.

PENYUNTING :
Penyunting adalah orang yang melakukan penyuntingan film hasil dari laboratorium,dia bekerja dibawah pengawasan sutradara.

continued part 3

Brosur Pendaftaran Siswa Baru SMK DARUNNAJAH


Brosur Pendaftaran Siswa Baru SMK DARUNNAJAH

Teknik Kamera (Part 2)

teknik kamera

Beberapa gerakan kamera yang dapat dilakukan dalam pengambilan gambar :

1. Pan, Panning adalah gerakan kamera secara horizontal dari kiri kekanan atau sebaliknya.untuk Pan ini dibagi menjadi 2 yaitu :
a. Pan Right
b. Pan left

2. Tilt, Tilting merupakan gerakan kamera secara vertikal, mendongak dari bawah keatas atau sebaliknya.
a. Tilt Up : mendongak keatas
b. Tilt down: mendongak kebawah

3. Dolly, Track merupakan gerakan diatas tripot atau dolly mendekati atau menjauhi subjek.
a. Dolly in : mendekati subjek
b. Dolly out : menjauhi subjek

4. Pedestal, merupakan gerakan kamera diatas pedestal yang bisa dinaik turunkan dan untuk sekarang ini banyak sekali yang sudah menggunakan portal jip traveller
a. Pedestal up : kamera dinaikkan
b. Pedestal down : kamera diturunkan

5. Crab merupakan gerakan kamera secara lateral atau menyamping, berjalan sejajar dengan subjek yang sedang berjalan.
a. Crab left
b. Crab right

6. Arc adalah gerakan kamera memutar mengitari obyek dari kiri ke kanan atau sebaliknya.

7. Zoom adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi obyek secara optic, dengan mengubah panjang focal lensa dari sudut pandang sempit ke sudut pandang lebar atau sebaliknya.
a. zoom in : mendekatkan obyek dari longshot ke close up
b. zoom out : menjauhkan obyek dari close up ke longshot.

Rabu, 20 Mei 2009

TEKNIK KAMERA

TEKNIK KAMERA (PART 1)

Macam-macam sudut pengambilan gambar adalah :

1. Normal Angle
2. High Camera Angle
3. Low Camera Angle
4. Bird Eye View
5. Subjective Camera Angle
6. Objective Camera Angle

Sedangkan Macam-macam bidang pandangan pada saat proses perekaman gambar adalah :

1. ELS
Merupakan shot sangat jauh, memengambil bidang pandangan yang luas, obyek utama dan obyek lainnya nampak sangat kecil dalam hubungannya dengan latar belakang.
2. LS
Shot sangat jauh, menyajikan bidang pandangan yang lebih dekat dibanding dengan ELS, obyek masih didominasi oleh latar belakang yang lebih luas.
3. MLS
MLS menyajikan bidang pandangan yang lebih dekat dari pada Long Shot, untuk pengambilan gambar manusia akan ditampakkan dari lutut samapai dengan atas kepala
4. MS
pengambilan gambar menggunakan MS menghasilkan obyek yang lebih besar dan dominan, obyek manusia ditampakkan dari atas pinggang sampai diatas kepala, dan biasanya latar belekang masih nampak sebanding dengan obyek utama.
5. MCU
Shot amat dekat, obyek diperlihatkan dari bagian dada sampai atas kepala
6. CU
Shot dekat, obyek mejadi perhatian utama, latar belakang nampak sedikit sekali, untuk obyek manusia ditampilkan wajah dari bahu sampai di atas kepala.
7. BCU < Big Close Up>
Shot yang ditampilkan merupakan bagian tertentu dari manusia apabila sebagai obyek (mata,bibir dsb)
8. ECU
Shot yang menapilkan bagin tertentu dari tubuh manusia dan hal ini lebih dari BCU dan keseluruhan obyek tersebut akan mengisi seluruh layar dan akan sangat jelas detilnya.

besambung .......

Minggu, 17 Mei 2009

MEMPRODUKSI FILM (PART 1)

Ada beberapa syarat dasar dalam memproduksi sebuah film :
> Kamera digunakan sebagai penyampai gagasan.
> Melakukan observasi visual mendalam terhadap subjek.
> Pengertian observasi menyangkut penempatan kamera dalam jarak aman dan jarak dekat dengan subjek sehingga subjek nyaman terhadap kamera.
> Mengoptimalkan penggunaan unsur suara, Misalnya peran audio dalam pembentukan visual menjadi utuh; mengarahkan gagasan , menghindari sumber suara ganda dalam proses perekaman.
Menempatkan kamera sebagai pena, yang dapat menyampaikan gagasan juga memiliki tujuan menyentuh perasaan pemirsanya.

Menentukan Tugas sutradara Untuk :
1. Menerjemahkan atau menginterpretasikan sebuah skenario dalam betuk imajinasi/gambar hidup dan suara.
2. Ikut terlibat dalam proses praproduksi, produksi atau shooting,pasca produksi

"Konsep "5C" Pengambilan Gambar :
1. Close up (pengambilan jarak dekat)
2. Camera Angle (sudut pengambilan kamera)
3. Composition (komposisi)
4. Cutting (pergantian gambar)
5. Continuity (persambungan gambar)
Close Up : pangambilan jarak dekat
# sebelum produksi (shooting dilapangan) harus mempelajari dulu skenario, lalu uraikan dalam bentuk shooting script, yakni keterangan rinci mengenai shot-shot yang harus dijalankan juru kamera.
# Close up harus memperhatikan emosi tokohnya.

Camera Angle
: untuk memperlihatkan efek apa yang harus muncul dari setiap scene (adegan).
# Contoh : untuk film-film opera sabun sering ada pembagian kerja antara pengambilan gambar yang Long shot dan close up untuk kemudian diolah dalam proses editingnya.
# Variasi pengambilan gambar dengan camera angle dapat memperkaya unsur film.

Composition
: membagi ruang gambar dan pengisiannya untuk mencapai keseimbangan dalam pandangan.
# Composition merupakan unsur visualisasi yang akan memberikan makna keindahan terhadap suatu film. Pandangan mata penonton sering harus dituntun oleh komposisi gambar yang menarik.

Cutting : pergantian gambar dari satu scene ke scene lainnya.
# Cutting berkaitan dengan unsur penceritaan dalam urutan gambar-gambar, harus mempu memainkan imajinasinya ketika menangani proses shooting. Imajinasi yang berjalan tentunya bagaimana nantinya jika potongan-potongan scene ini diedit dan ditayangkan di monitor.

Continuity : Persambungan Gambar-gambar :
# Bisa memproyeksikan pengadegan dari satu scene ke scene lainnya. unsur ini tentunya sangat berkaitan erat dengan materi cerita.
# Mampu memperhatikan aspek kontinuitas dari film yang digarap.

Unsur-Unsur Visual :
# Sutradara harus memahami unsur-unsur visual (visual element) dalam mengarahkan seluruh krunya.
# Enam unsur visual : pose (posture), gerakan anggota badan untuk memperjelas (gesture), perpindahan tempat (movement), tindakan/perbuatan tertentu (purpose action), ekspresi wajah (facial expression), dan hubungan pandang (eye contact).


(disampaikan oleh Agus Maladi Irianto dalam Bintek Perfilman purbalingga 12-14 Mei 2009)

Layar Tancep Keliling Kampung

Tanggal 16 Mei 2009 kemarin diadakan pemutaran perdana film Indie karya siswa kelas 2 TAV SMK Darunnajah Banjarmangu Banjarnegara, ada rasa bangga yang tersirat dalam hati saya " mereka bersekolah di SMK pinggiran kota (sebut saja daerah Neo ) tapi mereka mampu menciptakan beberapa buah karya film yang saya pikir sudah lumayan, walaupun pasti kita tahu pasti ada kekurangan disana-sini tapi hal tersebut saya pikir hal yang wajar.
Ada 4 buah judul film yang kemarin disetel secara perdana :
- 100% gue pocong : film ini merupakan film komedi situasi dimana sang sutradara memberikan suasana tegang kepada penonton akan tetapi pada saat telah masuk kepada inti cerita mereka justru memberikan nuansa komedi
- Tun-tun Balun : film ini merupakan gambaran flasback dari suatu cerita, dimana sang sutradara mencoba mengangkat suatu permainan anak yang saat ini sudah ditinggalkan
- The Nasib : Film ini mengangkat cerita tentang seorang anak pemabuk yang mencuri sebuah bunga di toko bunga menurut sang sutradara ide film ini sangat sederhana yaitu mengangkat tentang hal-hal negatif yang disebabkan dari minum-minuman keras.
- Kutukan Fisika : Kalau film ini menceritakan tentang seorang siswi yang mengutuk pelajaran fisika, ide sederhana yang kemudian diangkat menjadi sebuah cerita.
Menurut siswa kelas 2 smk darunnajah mereka berencana akan terus memproduksi film-film untuk terus mengasah ketrampilan mereka sehingga mereka mampu menciptakan suatu karya film yang lebih bermakna dan berbobot.
Dan rencananya film-film ini akan diputar diseluruh pedesaan dikecamatan Banjarmangu sesuai dengan jadwal, serta agenda pemutaran film ini dari mulai persiapan segala sesuatu sampai dengan perijinan mereka yang mengorganisasi dan hal ini mendapat tanggpan yang positif dari kepala sekolah SMK Darunnajah.
Menurut Bpk. Fauzan Ahmad M, S.Pd selaku kepala sekolah mengatakan bahwa ini merupakan suatu pembelajaran yang bagus dan positif karena selain memperkenalkan karya film mereka, mereka juga belajar berorganisasi dan berkerja dalam satu team.

Oke Sukses kelas 2 yaaa, And Be The Best

HOT NEWS

artikel Broadcasting

festival film purbalingga

Televisi Kecil - Jogja Television Forum

TUTORIAL VIDEOGRAFI

Buletin Galeri Video

BBCIndonesia.com | Berita Dunia | Indonesian News index

Perpustakaan Film indiesof

filmmaking.net articles

Naratama TV Club

detiknews - detiknews

Liputan6 - Berita Aktual

LESEHAN

INFO KOMPUTER

Softpedia - Windows - All

LA Lights IndieFest .Com

Info Hardware Computer

Shoutmix


ShoutMix chat widget

Network Follows

Blog-Blog Terkait