Minggu, 17 Mei 2009

MEMPRODUKSI FILM (PART 1)

Ada beberapa syarat dasar dalam memproduksi sebuah film :
> Kamera digunakan sebagai penyampai gagasan.
> Melakukan observasi visual mendalam terhadap subjek.
> Pengertian observasi menyangkut penempatan kamera dalam jarak aman dan jarak dekat dengan subjek sehingga subjek nyaman terhadap kamera.
> Mengoptimalkan penggunaan unsur suara, Misalnya peran audio dalam pembentukan visual menjadi utuh; mengarahkan gagasan , menghindari sumber suara ganda dalam proses perekaman.
Menempatkan kamera sebagai pena, yang dapat menyampaikan gagasan juga memiliki tujuan menyentuh perasaan pemirsanya.

Menentukan Tugas sutradara Untuk :
1. Menerjemahkan atau menginterpretasikan sebuah skenario dalam betuk imajinasi/gambar hidup dan suara.
2. Ikut terlibat dalam proses praproduksi, produksi atau shooting,pasca produksi

"Konsep "5C" Pengambilan Gambar :
1. Close up (pengambilan jarak dekat)
2. Camera Angle (sudut pengambilan kamera)
3. Composition (komposisi)
4. Cutting (pergantian gambar)
5. Continuity (persambungan gambar)
Close Up : pangambilan jarak dekat
# sebelum produksi (shooting dilapangan) harus mempelajari dulu skenario, lalu uraikan dalam bentuk shooting script, yakni keterangan rinci mengenai shot-shot yang harus dijalankan juru kamera.
# Close up harus memperhatikan emosi tokohnya.

Camera Angle
: untuk memperlihatkan efek apa yang harus muncul dari setiap scene (adegan).
# Contoh : untuk film-film opera sabun sering ada pembagian kerja antara pengambilan gambar yang Long shot dan close up untuk kemudian diolah dalam proses editingnya.
# Variasi pengambilan gambar dengan camera angle dapat memperkaya unsur film.

Composition
: membagi ruang gambar dan pengisiannya untuk mencapai keseimbangan dalam pandangan.
# Composition merupakan unsur visualisasi yang akan memberikan makna keindahan terhadap suatu film. Pandangan mata penonton sering harus dituntun oleh komposisi gambar yang menarik.

Cutting : pergantian gambar dari satu scene ke scene lainnya.
# Cutting berkaitan dengan unsur penceritaan dalam urutan gambar-gambar, harus mempu memainkan imajinasinya ketika menangani proses shooting. Imajinasi yang berjalan tentunya bagaimana nantinya jika potongan-potongan scene ini diedit dan ditayangkan di monitor.

Continuity : Persambungan Gambar-gambar :
# Bisa memproyeksikan pengadegan dari satu scene ke scene lainnya. unsur ini tentunya sangat berkaitan erat dengan materi cerita.
# Mampu memperhatikan aspek kontinuitas dari film yang digarap.

Unsur-Unsur Visual :
# Sutradara harus memahami unsur-unsur visual (visual element) dalam mengarahkan seluruh krunya.
# Enam unsur visual : pose (posture), gerakan anggota badan untuk memperjelas (gesture), perpindahan tempat (movement), tindakan/perbuatan tertentu (purpose action), ekspresi wajah (facial expression), dan hubungan pandang (eye contact).


(disampaikan oleh Agus Maladi Irianto dalam Bintek Perfilman purbalingga 12-14 Mei 2009)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HOT NEWS

artikel Broadcasting

festival film purbalingga

Televisi Kecil - Jogja Television Forum

TUTORIAL VIDEOGRAFI

Buletin Galeri Video

BBCIndonesia.com | Berita Dunia | Indonesian News index

Perpustakaan Film indiesof

filmmaking.net articles

Naratama TV Club

detiknews - detiknews

Liputan6 - Berita Aktual

LESEHAN

INFO KOMPUTER

Softpedia - Windows - All

LA Lights IndieFest .Com

Info Hardware Computer

Shoutmix


ShoutMix chat widget

Network Follows

Blog-Blog Terkait